Entri Populer

Senin, 18 April 2011

Materi Pengendalian Sosial

MODUL III
PENGENDALIAN SOSIAL

Mata Pelajaran   : Sosiologi
Kelas/Semester   : Kelas X / II

       I.      Standar Kompetensi
Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian
    II.      Kompetensi Dasar
Menerapkan aturan-aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat
 III.      Indikator           
Ø  Mengidentifikasi jenis-jenis lembaga pengendalian sosial
Ø  Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial
Ø  Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial
Ø  Mendeskripsikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat.
 IV.      Materi
1.      Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial adalah cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku. Dalam pengendalian social terdapat tiga pola proses pengendaliannya, yaitu : Pengendalian kelompok terhadap kelompok, Pengendalian social kelompok terhadap anggota-anggotanya, Pengendlian pribadi terhadap pribadi lainnya.

2.      Jenis-jenis Pengendalian Sosial
a.      Berdasarkan sifat dan tujuannya yakni :
·         Pengendalian sosial secara preventif yaitu upaya pencegahan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang baik agar tidak tidak terjadi atau memungkinkan terjadinya pelanggaran dan penyimpangan. Contohnya seperti menanamkan sopan santun, tata krama, disiplin dsb.
·         Pengendalian sosial secara represif adalah pengendalian yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang bertujuan menyadarkan pihak yang berprilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut, sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial. Contohnya seperti pemberian sanksi kepda siswa yanf melanggar tata tertib.
·         Pengendalian sosial gabungan adalah pengendalian yang bertujuan untuk mencegah terjadi pemyimpangan (preventif) sekaligus mengembalikan peyimpangan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (represif). Contohnya untuk mengawasi agar siswa tidak bolos pada jam pelajaran, sekolah memberlakukan piket (preventif), jika ternyata ada siswa yang bolos walaupun sudah dicegah untuk mengembalikan ketertiban akibat perbuatannya tersebut dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku (represif).
b.      Pengendalian resmi dan tidak resmi.
·         Pengendalian resmi (formal) ialah pengawasan yang didasarkan atas penugasan oleh badan-badan resmi, misalnya negara maupun agama.
·         Pengawasan tidak resmi (informal) dilaksanakan demi terpeliharanya peraturan-peraturan yang tidak resmi milik masyarakat, dikatakan tidak resmi karena peraturan itu sendiri tidak dirumuskan dengan jelas.

c.       Pengendalian Institusional dan Pengendalian Berpribadi.
·         Pengendalian institusional ialah pengaruh yang datang dari suatu pola kebudayaan yang dimiliki lembaga (institusi) tertentu. Contohnya di sebuah lembaga pesantren yang mengelola sejumlah besar santri, dengan sendirinya cara berpikir, bertindak, berpakaian, dan bergaul para santri itu mengikuti pola-pola yang berlaku dalam lembaga tersebut.
·          Pengendalian berpribadi ialah pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang tertentu. Artinya, tokoh yang berpengaruh itu dapat dikenal.

3.      Cara Dan Fungsi Pengendalian Sosial
a.      Cara pengendalian sosial
Ada dua cara agar proses pengendalian berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan yaitu :
·         Pengendalian tanpa kekerasan (persuasi) biasanya dilakukan terhadap masyarakat yang hidup dalam keadaan relatif tenteram. Sebagian besar nilai dan norma telah melembaga dan mendarah daging dalam diri warga masyarakat.
·         Pengendalian dengan kekerasan (koersi) biasanya dilakukan dengan menggunakan kekerasan dan untuk masyarakat yang kurang tenteram, misalnya terhadap GPK (Gerakan Pengacau Keamanan), penangkapan terhadap preman dan pemaksaan untuk menuruti norma-norma yang disesuaikan. Pengendalian dengan kekerasan ini dibagi lagi atas :
ü  Kompulsi yaitu pemaksaan terhadap seseorang agar taat dan patuh terhadap norma-norma sosial yang berlaku.
ü  Pervasi yaitu penanaman norma-norma yang ada secara berulang-ulang dengan harapan bahwa hal tersebut dapat masuk ke dalam kesasadaran seseorang dan orang tersebut bisa merubah sikapnya.
b.      Fungsi Pengendalian Sosial
            Menurut Koentjaraningrat pengendalian sosial memiliki lima macam fungsi, yaitu :
·         Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma. Mempertebal keyakinan dapat ditempuh melalui pendidikan, sugesti sosial, menonjolkan kelebihan-kelebihan norma tertentu dibandingkan dengan norma masyarakat lain, serta peran agama.
·         Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma, ini bertujuan menumbuhkan semangat dalam diri orang-orang yang berbuat baik agar mereka tetap melakukan perbuatan baik dan menjadi contoh bagi warga yang lain.
·         Mengembangkan rasa malu. Seseorang yang melakukan kesalahan dengan melanggar norma sosial biasanya akan mengalam penurunan harga diri di mata warga. Sifat demikian menimbulkan kesadaran dalam diri seseorang bahwa perbuatannya akan mendatangkan malu.
·         Mengembangkan rasa takut. Rasa takut mengakibatkan seseorang menghindarkan diri dari suatu perbuatan yang dinilai mengandung resiko.
·         Menciptakan sistem hukum. Disini perwujudan pengendalian sosial adalah hukuman pidana, kompensasi, terapi, dan konsiliasi.

4.      Peranan Pranata Sosial Dalam Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial pada dasarnya adalah pengawasan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok agar norma-norma yang berlaku ditaati. Agar pengendalian berjalan efektif diperlukan pranata-pranata khusus yang mengatur perilaku-perilaku anggota masyarakat. Beberapa contoh pranata sosial itu antara lain :
  1. Kepolisian. Polisi merupakan aparat resmi pemerintah untuk menertibkan keamanan.
  2. Pengadilan. Unsur-unsur aparat yang berhubungan dengan pengadilan antara lain hakim, jaksa, panitera, polisi, dan pengacara. Pengadilan akan memberi sanksi kepada siapapun yang bersalah atau melakukan penyimpangan.
  3. Tokoh Adat adalah pihak yang berperan menegakkan adat
  4. Tokoh Agama adalah orang yang memiliki pemahaman luas tentang agamanya dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut.
  5. Tokoh Masyarakat adalah setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu kelompok masyarakat. Yang diharapkan adalah keteladanan, bimbingan nasehat dan petunjuk kepada anggota kelompoknya.

TES I

1.      Pengendalian sosial yang bersifat mengajak dan membimbing disebut ….
a.       Persuasif
b.      Prefentif
c.       Represif
d.      Koersif
e.       Isolatif
2.      Semua fraksi DPR memberi masukan kepada pemerintah tentang beberapa kasus korupsi. Hal ini termasuk jenis pengendalian sosial, yaitu ...
A. individu terhadap individu
B. individu terhadap kelompok
C. kelompok terhadap individu
D. berbagai kelompok terhadap individu
E. kelompok terhadap kelompok
3.      Bentuk pengendalian social yang paling ampuh yang di dalamnya disertai berbagai macam sanksi sesuai dengan tingkat penyimpangannya disebut ….
a.       Gosip
b.      Teguran
c.       Desas-desus
d.      Hukum
e.       Agama
4.      Sifat pengendalian social yang represif adalah ….
a.       Usaha yang dilakukan untuk memulihkan situasi
b.      Usaha mencegah terjadinya kekacauan masyarakat
c.       Usaha mengalihkan bakat seseorang ke hal yang positif
d.      Menjaga ketertiban dengan peran serta anggota masyarakat
e.       Mempertahankan situasi yang aman dan tertib
5.      Suatu proses penyesuaian individu dengan cara mengindahkan norma-norma yang berlaku di masyarakat di sebut ….
a.       Astracisve
b.      Compulsion
c.       Comformitas
d.      Pervasion
e.       Adaptation
6.      Jenis pengendalian sosial yang menekankan pada tindakan atau ancaman dengan menggunakan kekuatan fisik antara lain ….
  1. Hukuman
  2. Pendidikan
  3. Pelatihan
  4. desas-desus
  5. teguran
7.      Perhatikan pernyataan berikut!
1)      Dikenakan hukuman kurungan
2)      Dikucilkan dari masyarakat
3)      Digosipkan secara luas dengan lisan
4)      Diharuskan membayar denda berupa uang/barang
Pernyataan di atas yang termasuk jenis pengendalian sosial yang berlaku pada masyarakat tradisional adalah norma ….
a.       1 dan 2
b.      2 dan 4
c.       2 dan 3
d.      1 dan 3
e.       3 dan 4
8.      Pengancaman termasuk cara pengendalian sosial yang ….
  1. Persuasive
  2. Kuersif
  3. Preventif
  4. Represif
  5. Antisipatif
9.      Pendekatan yang dilakukan secara persuasive dalam pengendalian sosial adalah ….
  1. Membunuh
  2. Membimbing
  3. Mengancam
  4. Memukul
  5. Menghukum
10.  Memukul adik agar jera menggangu orang pada waktu belajar merupakan pengendalian sosial yang ….
  1. Persuasive
  2. Koersif
  3. Preventif
  4. Represif
  5. Antisipatif
11.  Peranan tokoh adat dalam pengendalian sosial adalah ….
  1. Mengajak masyarakat bermusyawarah
  2. Membinan dan mengendalikan sikap dan tingkah laku warga masyarakat agar sesuai dengan ketentuan adat
  3. Membiarkan masyarakatnya melakukan pelanggaran
  4. Menyelesaikan masalah melalui jalur hokum
  5. Menghukum masyarakat yang bersalah
12.  Seorang residivis yang sering keluar masuk penjara dijatuhi hukuman berat oleh pengadilan. Kasus tersebut merupakan contoh pengendalian sosial secara ...
A. koersif
B. persuasif
C. antisipatif
D. preventif
E. represif
13.  Seorang suami melarang istrinya sering berkumpul untuk tujuan yang tidak berguna dengan ibu-ibu di sekitar kediamannya. Larangan tersebut merupakan cara pengendalian sosial yang berupa …
A. hukuman
B. gossip
C. teguran
D. kritik
E. pendidikan
14.  Agar pengendalian sosial yang melakukan control dengan cara memberi sanksi tegas seperti denda dan pengusiran adalah ….
  1. tokoh masyarakat
  2. pengadilan
  3. polisi
  4. ketua adapt
  5. kejaksaan
15.  Salah satu fungsi pengendalian sosial antara lain ….
a.       Mempertebal keyakinan akan kebaikan norma
b.      Mematikan rasa takut
c.       Menghancurkan system hukum
d.      System mendidik
e.       Tidak ada imbalan kepada warga
16.  Hukuman bagi yang melanggar adat dilakukan dengan ….
  1. Sanksi
  2. pengucilan
  3. keputusan sepihak
  4. penyanderaan
  5. ancaman
17.  seorang polisi menilang seorang pengendara motor karena tidak memakai helm denagn maksud untuk menciptakan ketenteraman sosial di masyarakat. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari ….
  1. Ketertiban sosial
  2. Pengendalian sosial
  3. Perilaku menyimapang
  4. Sosialisasi norma
  5. Hukuman sosial
18.  Pada masyarakat pemerintahan orde baru tidak sedikit pejabat Negara terlibat kasus KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) yang merugikan rakyat maupun negara. Kasus ini menunjukkan lemahnya pengendalian sosial negara Indonesia pada lembaga ….
  1. Keagamaan, Kepolisian, dan Kehakiman.
  2. Keamanan, Pendidikan, dan Kepolisian.
  3. Pendidikan, Kepolisian, dan Kehakiman.
  4. Pendidikan, Kepolisian, dan Kejaksaan.
  5. Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman.
19.  Beberapa tindakan pengendalian sosial.
  1. menjaga keamanan dan ketertiban umum,
  2. mengatur kelancaran lalu lintas jalan,
  3. melaksanakan penegakan hukum,
  4. melindungi dan melayani masyarakat tertentu.
Dalam pernyataan di atas, yang merupakan tugas utama aparat kepolisian adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
20.  Pelaksana pranata pengendalian sosial yang berperan memelihara keamanan dan ketertiban umum secara resmi adalah ...
A. pengadilan
B. adat istiadat
C. tokoh masyarakat
D. hansip/satpam
E. polisi/POLRI


TES II
1.      Apa itu pengendalian  sosial?
2.      Sebutkan tiga pola proses pengendalian sosial!
3.      Menurut sifat dan tujuannya pengendalian social dibagi berapa jenis? Sebutkan!
4.      Mengapa pengendalian sosial itu perlu dilakukan?
5.      Buatlah masing-masing 2 contoh tentang pengendalian preventif dan pengendalian represif!
6.      Apa yang dimaksud pengendalian gabungan?
7.      Apa perbedaan pengendalian persuasi dan koersi?
8.      Sebutkan fungsi-fungsi pengendalian social!
9.      Sebutkan pranata social dalam pengendalian social!
10.  Apa peranan tokoh masyarakat dalam pengendalian sosial?
Oleh :
Slamet Pujiono

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar